Kembali ke BlogCompliance

Compliance & Tech: Pentingnya KBLI 62015 (AI) & 62024 (IoT) dalam Vendor Selection

RR
Riski Ramdani
7 Januari 20267 min
Compliance & Tech: Pentingnya KBLI 62015 (AI) & 62024 (IoT) dalam Vendor Selection

Apa itu KBLI?

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) adalah kode yang menunjukkan bidang usaha yang legal dilakukan oleh suatu perusahaan. Untuk perusahaan teknologi, KBLI tertentu diperlukan untuk aktivitas spesifik.

KBLI Relevan untuk IT Services

KBLI 62014 - Aktivitas Pemrograman Komputer

  • Pengembangan software custom
  • Programming services
  • System development

KBLI 62015 - Aktivitas Pengembangan Produk AI

  • Machine learning solutions
  • Neural network development
  • AI product development
  • Computer vision systems

KBLI 62024 - Aktivitas Pengembangan Platform IoT

  • IoT platform development
  • Sensor integration
  • Connected device solutions
  • Smart device applications

Mengapa KBLI Penting untuk Vendor Selection?

1. Legal Compliance

Vendor tanpa KBLI yang sesuai secara teknis tidak legal untuk:

  • Menandatangani kontrak untuk aktivitas tersebut
  • Menerbitkan invoice yang valid
  • Klaim garansi atau warranty

2. Procurement Requirements

Banyak organisasi, terutama:

  • BUMN: Wajib vendor dengan KBLI sesuai
  • Government: Tender requirements
  • Large Corporates: Compliance checklist

3. Quality Assurance

KBLI menunjukkan:

  • Fokus bisnis yang jelas
  • Komitmen pada bidang tertentu
  • Track record di area tersebut

4. Risk Mitigation

Vendor dengan KBLI tepat memiliki:

  • Pemahaman regulasi terkait
  • Experience dengan compliance
  • Lower legal risk

SSI Credentials

PT Sima Soareka Internasional terdaftar dengan:

CredentialDetail
NIB0407250057233
KBLI 62014Pemrograman Komputer ✓
KBLI 62015AI Development ✓
KBLI 62024IoT Platform ✓

Ini artinya SSI secara legal dapat:

  • Mengembangkan solusi AI/ML
  • Membangun platform IoT
  • Deliver end-to-end software development

Red Flags dalam Vendor Selection

Warning Signs:

  • NIB/KBLI tidak disertakan dalam proposal
  • KBLI tidak sesuai dengan scope pekerjaan
  • Perusahaan terlalu baru (pertimbangkan track record)
  • Tidak dapat menunjukkan project serupa

Due Diligence Checklist:

  1. Minta NIB dan verifikasi di OSS
  2. Pastikan KBLI cover semua scope
  3. Check pengalaman di bidang terkait
  4. Verify tim memiliki expertise yang claimed
  5. Review client references

Implications untuk Project

Project AI/ML

Tanpa KBLI 62015, vendor mungkin:

  • Tidak familiar dengan AI regulations
  • Kurang experience dengan ML ops
  • Risk lebih tinggi untuk AI projects

Project IoT

Tanpa KBLI 62024, vendor mungkin:

  • Tidak paham hardware-software integration
  • Kurang experience dengan connectivity
  • Risk untuk industrial IoT

Best Practices

Untuk Procurement:

  1. Include KBLI requirements di RFP
  2. Verify credentials sebelum shortlist
  3. Ask for portfolio di bidang terkait
  4. Consider technical due diligence

Untuk Vendor:

  1. Pastikan KBLI cover all services offered
  2. Update jika expanding ke area baru
  3. Highlight credentials di proposals
  4. Maintain compliance documentation

Conclusion

Memilih vendor dengan KBLI yang tepat bukan sekadar formalitas—ini adalah:

  • Legal protection untuk organisasi Anda
  • Quality indicator untuk expertise vendor
  • Risk mitigation untuk project success

SSI dengan NIB 0407250057233 dan KBLI lengkap siap menjadi partner teknologi Anda yang compliant dan capable.

RR
Ditulis oleh

Riski Ramdani

Founder & Principal Analyst

Riski Ramdani adalah pendiri PT Sima Soareka Internasional dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri software development dan digital transformation untuk enterprise Indonesia.

Ingin Mendiskusikan Solusi untuk Bisnis Anda?

Hubungi Riski Ramdani, Founder & Principal Analyst SSI, untuk konsultasi gratis mengenai transformasi digital dan pengembangan software enterprise.

Chat on WhatsApp